HASIL BANDAR BESAR: Polres Pasuruan Saat Merilis Sabu Seberat 2 kilogram Milik Jaringan Internasional

Pasuruan, Centralberita.net – Maraknya kasus narkoba di Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian ulama. Mereka berharap ada penanganan maksimal. Agar bisa membendung merebaknya kasus narkoba.

Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan K.H. Imron Mutamakkin mengatakan, ungkap kasus narkoba yang dilakukan kepolisian bagaikan dua mata pisau. Satu sisi menunjukkan kiprah kepolisian yang tak henti-hentinya dalam memberangus peredaran narkoba.

Namun, di sisi yang lain menunjukkan wilayah Kabupaten Pasuruan, sudah masuk darurat narkoba. Karena saking banyaknya kasus yang diungkap. “Ini harus ada solusi. Agar bisa menekan peredaran narkoba,” ujarnya.

Ia berharap kepolisian bisa memilah. Mana yang korban atau memang pelaku kejahatan narkoba. Dengan pemilahan itu bisa dibedakan penanganannya. Seperti pecandu. Seharusnya tidak sekedar dipenjara. Tapi, ada rehabilitasi agar tidak lagi kecanduan narkoba.

“Beda kalau memang pengedar atau bandar. Lebih baik memang mendapat hukuman setimpal sesuai UU,” ujarnya di sela-sela press release ungkap kasus narkoba di Mapolres Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Dengan cara ini, penanganan yang dilakukan diharapkan bisa maksimal. Sehingga, peredaran narkoba bisa ditekan.

Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz mengaku, memang memiliki program dalam mengatasi persoalan narkoba. Salah satunya dengan menyiapkan semacam karantina ataupun rehabilitasi dengan melibatkan pondok pesantren. Supaya pelaku ataupun pecandu narkoba bisa terbebas dari narkoba.

“Akan kami usulkan ke pemerintah daerah juga untuk merealisasikan program tersebut. Artinya pelaku atau pecandu narkoba bisa mendapatkan bimbingan di pondok pesantren. Kebetulan di Kabupaten Pasuruan, identik dengan kota santri. Banyak pesantren juga. Itu yang akan kami manfaatkan,” ucapnya(YAN)